Arfa Karim Randhawa : Pintar, Muda dan Bertalenta

Arfa RanKarim dhawa, sebelum media-media nasional memberitakan berita tentang ini atau mungkin tidak akan diberitakan karena lebih memilih berita gosip Sheila Marcia atau Nikita Mirzani (tahu kedua nama ini dari riset pencarian google yang paling banyak dicari dalam 7 hari terakhir). Saya beritakan lebih awal sebelum didahului media nasional. Sumber berita ini dari beberapa media Amerika Serikat. Sebenarnya bukan beritanya dukanya yang menjadi titik perhatian tapi tentang seorang yang “kecil-kecil cabe rawit“. Seorang perempuan kecil dari Pakistan yang sangat memiliki minat yang sangat luar biasa besar dalam dunia IT atau komputer.

Arfa Karim Randhawa mulai berminat belajar tentang dunia komputer setelah ayahnya membelikan sebuah komputer untuknya. Setelah menekuni bidang komputer pada usia 9 tahun dia mendapat Microsoft certified professional termuda pertama dalam sejarah Microsoft dan hingga Arfa kecil diundang oleh Om Bill Gates ke markas besar microsoft di Amerika Serikat dalam acara yang dihadiri oleh 5.000 developer di seluruh dunia. 

Arfa Karim Rhandawa

Sepulang dari Amerika Serikat, Arfa mendapat banyak penghargaan dari negaranya bahkan mendapat Fatimah Jinnah Gold Medal dalam bidang IPTEK serta penghargaan dari pemerintahan Pakistan. Dia juga menjadi pembicara pada banyak forum IT profesional yang diadakan oleh forum-forum IT di Pakistan.

Ditengah begitu banyak kesuksesanya dia terkena penyakit epilepsi yang berujung pada serangan jantung. Gadis muda itu menghembuskan nafas terakhir pada 14 Januari 2012  dalam usia 16 tahun.

Mimpi-mimpi dan cita-citanya sangat besar. Bahkan ada beberapa kutipan yang dikutip banyak media Pakistan dan Amerika Serikat. Salah satu yang sangat terkenal yaitu “If you want to do something big in your life, you must remember that shyness is only the mind. If you think shy, you act shy. If you think confident you act confident.”

Saya sendiri yang jauh berbeda usia dengan almarhumah yang telah lama bergelut dengan dunia komputer masih belum mendapatkan serifikat komuter apapun terlebih dari lembaga sekelas Microsoft, juga belum memberikan kontribusi yang baik untuk negara. Hanya sebatas “blog geje” yang belum jelas arah “perjuanganya” hehe. Tapi semoga kisah dan semangat Arfa Karim Randhawa menjadi inspirasi bagiku dan pembaca blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *