Pagar Pagar Pemakan Tanaman

Kategori artikel [ Coretan ]

Sadis … !!!

Ungkapan saya  saat mendengar berita kalau ada seorang Hakim yang berkomplot dengan polisi menjual hasi barang bukti (sitaan) yang dijual kembali alias di edarkan.

Tahu berita ini pas akan membeli Adem Sari karena sakit tenggorakan dan panas dalam. Kalau di rumah di kota tercinta Tasikmalaya biasanya diobati dengan obat sapu jagat ala Bunda ya itu minum madu+telur+jeruk nipis. Tapi disini harus minum obat modernyang sering banyak kontraindikasinya. Tapi karena terpaksa membelilah saya ke toko deket DT.

Saat membeli saat itu pula untuk nonton berita..he.he.. walau lagi sakit. Beritanya mencengangkan. Hakim ditanggap karena telah menjual extasi .. buset… nah yang lebih bikin buset nya lagi. Skandal Hakim itu berkomplot dengan polisi dalam transaksi penjualan extasinya. ya ampuuuunnn. Udah enak jadi pejabat publik dapet gaji bulanan, istridan anak. eh ini nyari "uang tambahan" dengan tidak manuasiawi. ya tidak manusiawinya karena dia yang seharusnya menegakkan keadilan malah diadiliki karena berusaha mengadili yang tidak adil. ribet ya ? Iya sama. Jadi dalam peribahasanya pagar makan tanaman lah …

Si Hakim itu kejahatanya menggelapkan barang bukti extasi dan menjualkan melalui "pedagang keliling" yang berstatus polisi. coba deh dibayangkan… huihhhh 100 dech…

Udah enak jadi pejabat publik, dapet gaji bulanan, tunjangan, dipercaya masyarakat, punya anak, punya istri, rumah yang permanen (gak kayak gw masih ngekos, lom punya gaji ngandelin gaji dari google hiks, palagi tunjangan, palagi istri pacarpun pergi kkkk… dll deh…).

duh .. kasian anak dan istrinya….. terlantar… masyarakat mengucilkan susulanya. sudah jatuh tertimpa drums.. byummmmzzzz…

 

Tidak ada tulisan yang berhubungan dengan tulisan ini.

Tulisan lainya:

  1. Saatnya Unjuk Telur : Mobil Esemka Rajawali
  2. Kampanye pada Seseorang yang telah menjadi Sejarah
  3. Asyiknya Dapat 15 USD

Rate this topic:
1 Bintang2 Bintang3 Bintang4 Bintang5 Bintang (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Popularity: 9 views
Bagikan
feed.

Leave a Comment